Sunday, July 20, 2008

Persiapan Rohani bagi SYD2


Hai Shalom lagi buat semua teman, kami belia dari Blessed Sacrament Church Labuan, baru sahaja selesai menghadiri Persiapan Roahani bagi menyambut Sabah Youth Day 2 di sana Ranau pada 19-23 Ogos Tahun ni.

Kehadiran lebih kurang 20 peserta yang tetap daripada 30 orang. Namun diserikan (ditambah begia) oleh peserta dari paroki lain dari seluruh Sabah yang masih belajar di Matrikulasi Labuan seramai 12 orang begitu.

Banyak acara rohani di buat sejak 17-20hb. Saat teduh, praise & worship, termasuk penayangan video mengisahkan "The Fourth Wise Man" yang begitu menyentuh diri sia pada akhir penceritaan di mana, dalam kisah TFWM itu, ada seorang bernama Artaban seorang lelaki Majus yang muda yang teruja untuk mengikuti cahya bintang ke tempat kelahiran seorang bayi yang akan menjadi raja. Namun hasratnya ditentang oleh kaunsel, kawan dan keluarganya sendiri. Dengan hanya membawa tiga jenis permata untuk dipersembahkan kepada bayi Messiah, Artaban dan orang suruhannya Orontes membuat persiapan untuk mengikuti tiga orang majus yang tersebut di dalam Alkitab. Namun mereka ketinggalan rombongan berkenaan. Persoalannya: Adakah dia berjaya mencari Yesus? atau adakah dia hanya mensia-siakan hidupnya dalam pencarian berkenaan. Adakah dia berjaya menyerahkan hadianya kepada Raja segala Raja?


Sia mau cerita sikit lagi lah. Dia adalah seorang yang kaya di tempatnya asalnya tetapi sanggup melepaskan semuanya untuk melayani walaupun pada dia, dia tidak pernah bermaksud untuk melayani malah dia tidak tahu menahu mengenai pelayanan sebab di tempat dia, dia adalah seorang yang pemarah, suka mengarah, namun bila tiba disatu perkampungan orang-orang terbuang, dia telah melayan mereka tanpa melihat latar belakang dirinya. Dia merawati mereka yang buta (tetapi tidak menyembuhkannya), dia mengajar mereka bertani (menanam gandum).

Dia berada di kawasan tersebut selama 30 tahun, sehinggalah pada suatu hari kawasan perkebunan mereka dibakar, dan pada saat semua orang berpindah, dia hanya duduk tanpa melakukan apa, malah orang suruhannya yang setia pun ingin meninggalkannya dan dia telah memberi kebebasan kepada orang suruhannya.

Dalam perjalanan orang suruhannya ke kota (Jerusalem) dia telah mendengar cerita mengenai Mesia yang selama ini merupakan tujuan sebenarnya dia dan tuannya keluar dari negeri mereka untuk mencari Yesus Kristus untuk mempersembahkan hadiah permata (dalam cerita ini dia mau kasi Yesus tiga barang kemas tetapi yang tinggal hanya mutiara sebab dia telah memberi selebihnya kepada orang-orang Yahudi).

Sebenarnya dalam cerita ini, dia langsung tidak melihat pun Yesus Kristus, dia sentiasa one step behind tetapi dia tetap berusaha mencari Dia, malah ketika Yesus di tangkap dan di siksa di penjara, ingin sekali dia mengunjungiNya, namun tidak dibenarnya masuk, dia hanya mendengar suara Yesus ketika Dia di dera.

Dalam perjalanan Yesus ke bukit Golgotha, dia juga ingin sekali lagi meneruskan niatnya untuk bertemu, bersemuka dan ingin menyampaikan hadiah (mutiara) namun, dia tidak juga dapat sehinggalah dia jatuh sakit tenat dan ketika itu Yesus telah pun disalibkan di atas Golgotha. Dan pada masa yang sama, dia menyerahkan mutiara tersebut kepada askar Yahudi bagi pembebasan seorang perempuan (perempuan muda tersebut adalah anak rakannya). Sebelum itu, dia dalam kisah ini, dia sempat ke tempat kelahiran Yesus, ke tempat perjamuan terakhir (namun tidak juga sempat melihat Yesus). Tetapi dia bertemu dengan salah seorang anak murid Yesus iaitu Simon Petrus, iaitu ketika soalan diajukan kepada Simon Petrus, time tu Simon Petrus menyangkal Dia sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok.

Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku” (Lukas 22:34). Dan apa yang dikatakan Yesus ini benar-benar terjadi atas Petrus yang semula begitu percaya diri. Ketika Yesus diperhadapkan kepada imam besar, di sana Petrus menyangkal Yesus tiga kali.

(Tidak pula sia pasti kenapa dia sempat bertemu dengan Simon Petrus, padahal terang2 dalam Alkitab menyatakan Petrus akan menyangkal Yesus dihadapan iman besar.)

Okay, diakhir penceritaan TFWM tadi, ketika dia hampir meninggal dunia, Yesus Kristus akhirnya memberi penampakan kepada Artaban (ini setelah Yesus meninggal dan bangkit). Punya lah gembira si Artaban namun niatnya untuk memberi hadiah tidak kesampaian malah Yesus memberi tahu Artaban dia telah memberi kesemua hadiah tersebut sama. Ini lah kata Yesus kepada dia;

"
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku."

Artaban macam inda percaya sebab selama ini mana begia dia pernah jumpa dengan Yesus, apa lagi mau melayani Dia. Dan ini balasan Yesus;

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

Adus.... selepas saja ayat itu sia terus menangis oh, tapi tapuk2 malu begia.... dan bila sia angkat kepala, c Artaban pun meninggal dunia.

Nah kawan2, walaupun ini hanya sekadar penceritaan, dan terpulang pada kita sebenarnya untuk melihat TFWM ini sebagai suatu yang positif ataupun sebaliknya.

Jadi sebenarnya Persiapan Rohani yang saya hadiri ini memang betul2 menyentuh keberadaan saya di hadapan Tuhan. Nampak sangat sia ni inda layak oh di hadapan Dia kerana dosa-dosa yang telah saya lakukan, namun saya tahu Tuhan menyayangi setiap ciptaannya. Malah Dia mengampuni setiap kita. Jadi, harap2 sebelum ke SYD2 ni, akan ada pengampunan dosa, lama sangat inda pigi ni.....

Apa2 pun kita jumpa di sanaaaa Ranau.

Shallom.

Cuba kamu pikir, think dan renungkan.


Selalunyakan apabila kita lihat orang yang tidak baik seperti para penagih dadah, pelacur dan perompak,. Reaksi kita pertama adalah, mereka ini tidak ada guna. Jahat, sundal dan pencuri. Pernahkah kamu berdoa kepada orang seperti ini? atau pernahkah kamu bertanya kepada mereka kenapa dan mengapakah mereka melakukan perkara ini? Pernah sekali ada seorang yang kudus berabis, datang berjumpa dengan saya, dia katakan " Fado, kau tau si Kuntiak pergi naik hotel????. di pikir dia ini sudah melakukan satu perkara yang baik, jadi saya tanya dia lagi, bagaimana kau tau? orang yang berada ditempat yang samalah yang merlakukan perkara yang tidak baik???? mungkin si Kuntiak pergi sana hotel kerana di bikin letrik sebab dia tukang bikin letrik...maka dari itu jang menghakimi... berdoalah kepada orang berdosa seperti saya dan kamu supaya kita semua jadi baik. Yesus datang untuk memanggil orang berdosa supaya bertobat dan balik kepada Bapa. Tapi dalam hidup kita, kita menghalau dan sumpa-sumpah durang...kosian durang sudahpun di hina di benci dan di maki!.kena pukul lagi. Pernahkah kamu berdoa dan membantu mereka balik ke pangkal jalan?

Doa untuk minggu ini

The Bible is God’s Word. It is not just another book — it is divinely inspired by God Himself.

“For the word of God is living and active. Sharper than any double-edged sword, it penetrates even to dividing soul and spirit, joints and marrow; it judges the thoughts and attitudes of the heart.” (Hebrews 4:12) The Bible is not dead, it is alive — God speaking to you today. It is active — it can make good things come to life in your life. It can give you wisdom as to the thoughts and attitudes of your heart.

“All Scripture is God-breathed and is useful for teaching, rebuking, correcting and training in righteousness, 17 so that the man of God may be thoroughly equipped for every good work.” (2 Tim 3:16, 17) Do you want to be completely equipped to do every good work? Then you must read the Bible.

This week, let us pray

  • That all Christians would grow in the knowledge of God’s Word the Bible
  • That you personally would get to know the Bible and become completely equipped and ready for every good work
  • That God would bless our efforts to spread the knowledge of the Word of God throughout the earth