Friday, February 22, 2008

NYANYIAN SEORANG ABANG


Kisah nyata ini terjadi di sebuah hospital di Tennessee, Amerika Syarikat. Seorang ibu muda yang bernama Karen sedang mengandung bayinya yang kedua.

Sebagaimana layaknya seorang ibu lainnya, Karen menceritakan kepada Michael (anak pertamanya yang baru berusia 3 tahun) bahawa ia akan mempunyai seorang adik.

Michael merasa senang sekali. Sering kali ia menempelkan telinganya ada perut ibunya itu. Kerana Michael suka bernaynyi, ia sering bernyanyi untuk adiknya yang masih ada di dalam perut ibunya itu. Tampaknya Michael sangat mengasihi adiknya yang belum lahir tersebut.

Pada suatu ketika, tibalah saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tetapi sangat di luar dugaan, terjadi komplikasi yang sangat serius.

Setelah berjuang selama berjam-jam, akhirnya adik Michael pun lahir. Seorang bayi perempuan yang cantik, tetapi sayang kondisinya begitu buruk sehingga doktor yang merawatnya dengan sedih berterus terang kepada Karen, “Bersiaplah secara mental, jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.”

Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan itu dengan sabar. Mereka hanya pasrah kepada Tuhan. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan untuk puterinya, bila ia dipanggil Tuhan.

Tetapi. Lain halnya dengan abangnya, Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia menangis terus. “Mami,… aku ingin menyanyi untuk adik kecil!”

Ibunya ternyata kurang tanggap. “Mami,… aku ingin menyanyi untuk adik kecil!” Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya. “Mami,… aku ingin menyanyi untuk adik kecil!” Hal ini berkali-kali diminta oleh Michael, bahkan sambil menangis meraung-raung.

Karen tetap menganggap tangisan Michael adalah tangisan biasa dari seorang anak kecil. Lagipun ICU adalah kawasan larangan bagi kanak-kanak. Barulah ketika harapannya menipis, sang ibu mahu mendengarkan permohonan Michael.

Baik, setidaknya biar Michael dapat melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya selagi adiknya masih hidup! Fikirnya. Lalu, ia dicegat oleh jururawat di depan pintu ICU. Anak kecil dilarang masuk! Karen menjadi ragu-ragu. Tetapi, jururawat tadi tidak mahu tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang masuk!

Karen menatap tajam jururawat itu, lalu katanya; Nurse, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini adalah saat terakhir kali bagi Michael untuk melihat adiknya!” Jururawat itu terdiam, lalu menatap Michael dan berkata, “Bailah. Tetapi tidak boleh lebih dari lima minit.”

Demikianlah kemudian Michael dipakaikan pakaian khas lalu dibawa masuk ke dalam ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek menanti sang maut.

Michael merapati adiknya… lalu dari mulutnya yang kecil dan mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring, “Kau adalah matahariku, satu-satunya matahariku, kau membuatku bahagia saat langit kelabu…” Tiba-tiba terjadilah hal yang ajaib! Si adik langsung memberi tindakbalas. Seoalah-olah ia sedar akan sapaan sayang dari abangnya. “Kau tidak pernah tahu, sayang, betapa aku mengasihimu. Tolong jangan bawa matahariku pergi.”

Denyut nadi si adik menjadi lebih teratur. Karen dengan terharu melihat hal tersebut, ia menatap tajam dan berbisik,” Terus… terus Michael! Terukan sayang!”….

“Pada malam hari, sayang, saat aku tertidur, aku bermimpi, aku menggendongmu di tanganku…” dan sang adik pun meregang, seolah menghela nafas panjang. Nafasnya lalu menjadi teratur. “Aku selalu mengasihimu dan membuatmu bahagia, hanya jika kau tinggal bersamaku…” Sang adik kelihatan begitu tenang… sangat tenang.

“Lagi sayang!” pujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan… adiknya kelihatan semakin tenang, rileks dan damai… lalu tertidur lelap. Jururawat, yang tadinya melarang Michael untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang terjadi atas diri adik Michael. Suatu kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, bayi itu sudah boleh dibenarkan pulang. Semua doktor puas berfikir mengenai kejadian yang berlaku ke atas pesakit mereka ini.

Mereka hanya boleh menyebut hal itu sebagai sebuah terapi yang ajaib. Sedangkan Karen dan suaminya melihatnya sebagai sebuah mukjizat Tuhan yang luar biasa. Sungguh amat luar biasa! Tidak boleh diungkapkan dengan kata-kata.

Bagi sang adik, kehadiran Michael bererti soal hidup dan mati. Memang benar bahawa mukjizat Tuhanlah yang telah menolongnya. Dan, haruslah diingat bahawa mukjizat Tuhan juga memerlukan mulut kecil Michael untuk mengatakan “Betapa aku mengasihimu”.

Mukjizat Tuhan juga memerlukan hati yang tulus dari seorang anak kecil seperti Michael untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya bila Ia menghendaki sesuatu terjadi. Nyanyian yang tulus akan mendatangkan mukjizat.

Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan (1Yohanes 2:10)

KESAKSIAN MENOLONG BANYAK ORANG



Seorang gadis kecil berdiri di pinggir keramaian, sementara ayahnya sedang memberi kesaksian tentang hal yang telah diperbuat oleh Tuhan Yesus di dalam hidupnya.

Ayahnya sedang bersaksi mengenai bagaimana Tuhan Yesus telah menyelamatkan dan mengubah gaya hidupnya dari seorang pemabuk.

Pada hari itu, ada seorang yang sini berdiri di antara orang ramai tersebut. Orang tersebut tidak senang mendengar segala sesuatu tentang kerohanian. Dan, ia lalu berteriak, “Kenapa anda tidak duduk dan diam saja, orang tua. Anda hanya bermimpi.”

Tidak lama kemudian, orang yang skeptis ini merasakan adanya tarikan pada lengan jaketnya. Dia menoleh ke bawah dan melihat ada seorang anak gadis kecil. Anak itu menatapnya dnegna tajam dan berkata, “Tuan, yang anda teriyaki itu adalah ayah saya. Anda katakana bahawa ayahku seorang pemimpi? BIar aku ceritakan kepadamu tentang ayahku.”

“Ayahku dahulu adalah seorang pemabuk dan hampir setiap malam ia memukuli ibuku. Bila hal tersebut terjadi, ibu hanya dapat menangis sepanjang malam. Dan Tuan, kami juga tidak memiliki pakaian-pakaian yang bagus untuk dipakai, kerana ayahku membelanjakan seluruh wangnya untuk arak. Kadang-kadang, aku bahkan tidak memiliki kasut untuk dipakai ke sekolah. Tetapi, lihatlah kasut dan baju ini! Ayahku membelikannya untukku kerana ia telah mempunyai pekerjaan yagn baik sekarang!”

Dan sambil menunjukkan ke suatu arah, si gadis kecil berkata, “Apakah anda melihat wanita yagn sedang tersenyum di sana? Itu adalah ibuku. Dia tidak menangis lagi sepanjang malam. Sekarang dia bernaynyi sepanjang hari.”
Lalu, terjadilah suatu pukulan yang hebat ketiak anak itu berkata, “Yesus telah mengubah perilaku hidup ayahku. Yesus telah mengubah rumah kami. Jadi Tuan, jika ayahku sedang bermimpi, tolong jangan bangunkan dia!”
Steven J. Lawson.

Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. (Yohanes 19:35)

PERAHU



Aku duduk sambil menikmati senja dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh. Aku melihat Yesus di ruang kemudi, menatapku, dan berkata: “Lepaskan tambatan perahumu dan biakan Aku membawamu ke seberang. Bukanlah rencana-Ku, agar kamu tetap berlabuh di sini.”

Dengan takut, gelisah dan khuatir, aku menjawap-Nya,” Tuhan, bukankah lebih baik aku tetap di sini maka aku tidak akan melihat taufan, badai dan angina rebut. malah, aku dapat kembali ke darat bila-bila masa yang ku inginkan.”

Dengan lembut Tuhan Yesus memegang tanganku, menatap mataku dan berkata, “Memang di sini kamu tidak akan dapat mengalami taufan, badai dan angin rebut. Tetapi, kamu juga tidak akan pernah melihat Aku mengatasi semua hal itu. Kamu tiadak akan melihat bahawa Aku berkuasa atas semuanya itu kerana Akulah Tuhan.”

Dengan pelbagai perasaan yang berat bermain di minda, aku memandang tali pengikat perahuku. Di tali itu aku melihat ada rasa kuatir akan kewangan, pekerjaan, pasangan hidup, dan banyak kekuatiran lainnya.

Di dalam hati aku bertanya, “Tahukah Ia mengenai apa yang aku inginkan? Mengertikah Ia mengenai apa yang aku rindukan dan dambakan?”

Yesus memelukku dan berbisik lembut, “Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kamu inginkan, rindukan, dan dambakan. Bahkan, mungkin kamu akan mendapat hal yang sebaliknya, tetapi mahukah kamu percaya. Rancangan-Ku adalah rancangan damai sejahtera, masa depanmu bersamaKu akan menjadi masa depan yang penuh harapan.”

Ia memelukku dan menangis bersamaku, dan dengan berat aku melepaskan tali perahuku. Aku melepaskan semua rasa kegelisahan tersebut dari hatiku. Aku meletakkan hak atas masa depanku di tangan-Nya. Aku tidak tahu bagaimana masa depanku. Sambil menangis aku menatap-Nya dan berkata, “Jadilah Nakhoda dalam perahuku dan marilah kita belayar.”

Teman, serahkanlah seluruh hak atas masa depanmu ke dalam tangan-Nya. Kau tidak perlu tahu bagaimana Ia akan merancang semuanya itu, tetapi cukuplah dengan satu keyakinan akan firman Tuhan di dalam Yeremia 29:11

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, iaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu pada hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11)

Saturday, February 16, 2008

BEJANA YANG RETAK


Kisah bejana yang retak adalah sebuah kisah tentang keunikan.

Seorang pembawa air di India memiliki 2 buah bejana yang besar, yang setiap hari digantung di hujung pikulan dan ia letakkan di atas bahunya.

Salah satu dari bejana tersebut memiliki cacat (retakan), sedangkan satunya lagi sempurna. Bejana yang sempurna selalu berhasil membawa air dengan penuh, sepanjang perjalanan dari sungai ke rumah tuan si pembawa air.

Hal tersebut terus terjadi selama 2 tahun. Setiap hari si pembawa air selalu hanya berhasil membawa satu setengah bejana air. Tentu saja, bejana yang sempurna itu bangga dengan hasil yang dicapainya, sesuai dan sempurna sebagaimana layaknya ia diciptakan. Tetapi, bejana yang retak malu dengan ketidaksempurnaan yang ada pada dirinya. Ia merasa sedih kerana ia hanya mampu membawa setengah dari jumlah ukuran yang seharusnya.

Setelah 2 tahun berlalu dengan merasakan kegagalan, pada suatu hari di tepi sungai, si bejana yang retak berkata kepada si pembawa air.

“Aku malu terhadap diriku dan aku ingin minta maaf kepadamu.”

“Kenapa? Apa yang membuatmu merasa malu?” Tanya si pembawa air.

“Selama 2 tahun ini aku hanya mampu membawa setengah dari yang seharusnya boleh ku bawa. Semua ini kerana cacat ditubuhku, yang mengakibatkan air keluar selama perjalanan kembali dari sungai ke rumah tuanmu. Kerana cacatku ini, kamu tidak mendapatkan nilai yang setimpal dengan tenaga yang kamu keluarkan,” kata si bejana retak.

Si pembawa air merasa iba kepada si bejana tua yang retak itu. Dengan penuh kasih ia berkata, “Ketika kita berjalan kembali menuju ke rumah tuanku, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di jalan setapak sepanjang perjalanan pulang.”

Ketika mereka mulai menaiki bukit, si bejana tua melihat sinar mentari menyinari bunga-bunga liar yang tumbuh indah di sisi jalan setapak. Hal itu membuat dia sedikit terhibur. Di akhir perjalanan, ia masih merasa bersalah kerana setengah dari bawaannya telah mencurah keluar, dan ia kembali meminta maaf.

Si pembawa air berkata kepada bejana itu, “Apakah kamu menyedari bahawa bunga-bunga di sepanjang jalan setapak itu hanya ada pada sisi di mana kamu berada, tetapi tidak ada pada sisi bejana yang satu lagi? Itu kerana aku tahu mengenai retak di tubuhmu dan aku selalu memanfaatkan retak di tubuhmu itu. Aku menanam benih-benih bunga di sepanjang sisi jalan di mana kamu berada dan setiap hari ketika kita kembali dari sungai, kamu menyirami mereka. Selama 2 tahun aku boleh memetik bunga-bunga indah itu untuk menghiasi meja tuanku. Kalau kamu tidak menjadi sebagaimana kamu ada, tuanku tidak akan pernah menikmati keindahan bunga-bunga yang turut meyemarakkan rumahnya.”

Setiap dari kita memiliki “cacat yang unik”. Kita semua adalah bejana yang retak. Tetapi, jika kita mengizinkan hal itu ada pada diri kita, maka Tuhan kita akan menggunakan cacat itu untuk menyemarakkan “meja-Nya”.

Dalam prinsip ekonomi Allah, Ia sangat luar biasa, kerana tidak ada yang terbuang dengan percuma. Jadi, ketika kita mencari cara untuk melayani bersama dengan saudara seiman lainnya dan ketika Tuhan menunjukmu untuk mengerjakan bahagian yang diberikan kepadamu, janganlah takut dengan cacat (kekurangan) yang ada pada dirimu. Akuilah itu dan biarkan Allah memanfaatkan hal itu. Jadi, kamu pun dapat menjadi penyebab keindahan yang ada di sepanjang jalan yang Ia buat. Jalanilah dengan berani, kerana kita tahu bahawa dalam kelemahan kita, kita akan menemukan kekuatan-Nya.

Friday, February 15, 2008

mengapa sulit mengucapkan syukur?



Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke suatu tempat yang tidak pernah aku lihat dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan persekitaran. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang menhantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, "Ini adalah Bahagian Penerimaan Permintaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima."

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang menyusun seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat tadi berjalan lagi melalui koridor yang panjang sehingga ke ruang kerja kedua. Malaikat tadi berkata, "Ini adalah Bahagian Pembungkusan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja keras kerana terdapat banyak permohonan yang diminta dan sedang dibungkuskan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada hujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yagn duduk di sana, hampir tidak melakukan apa-apa pun. "Ini adalah Bahagian Pernyataan Terima Kasih", kata malaikat tadi perlahan. Dia kelihatan malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada sebarang kerja di sini?" tanyaku. "Menyedihkan", malaikat tadi menghela nafas. "Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih", "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawap malaikat. "Cukup berkata, "terima kasih, Tuhan".



"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat menjawap, "Jika engkau mempunyai makanan di peti sejuk, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

"Jika engkau memiliki wang di bank, di dompetmu, dan wang syiling, maka engkau berada di antara 8% kesejahteraan dunia".

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu, engkau adalah sebahagian 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."

Juga... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesihatan dari kesakitan, engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup sehingga hari ini."

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika ibu bapa mu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan, maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."

"Jika engkau masih bisa mencintai... maka engkau termasuk orang yang besar, kerana cinta adalah berkat Tuhan yang tidak boleh diperoleh dari manapun."

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyumm maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat berganda, iaitu bahawa seseorang yang mengirimkan ini kepadamu berfikir bahawa engkau orang yang sangat intimewa baginya, dan bahawa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali."

Nikmatilah hari-harimu, hintunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan sampaikan kisah ini kepada teman-teman mu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahawa, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu".



Ditujukan kepada: Bahagian Pernyataan Terima Kasih.
"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahMu berupa kemampuan untuk menterjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi."

Tuesday, February 12, 2008

Retret Hidup Baru Dalam Roh, Pertapaan Karmel, Kaingaran, Tambunan



Perjalanan hidup banyak meninggalkan luka-luka batin yang menusuk begitu dalamnya setiap jiwa manusia termasuk diri ini. Tak ada banyak boleh dibanggakan selain diriMu dan tiada apa yang dirindui selain diriMu. Ajarku mengenalMu dan bawaku mengajarMu lebih kerana Kau adalah pribadi yang amat ku rindui. Aku ingin tinggal dalam erat tanganMu, aku ingin lebih dalam di hadiratMu.



Terlalu banyak perkara yang tidak ku mengerti mengapa harus terjadi dalam kehidupan ini. Banyak perkara yang ku simpan dalam hati, tiada sesuatu pun yang akan terjadi tanpa Yesus peduli. Sebab Yesus peduli, Yesus mengerti, segala persoalan dan percobaan yang saya hadapi tak akan pernah dibiarkannya, ku bergumun sendiri sebab Yesus peduli.



Yesus, Kau telah memulai segala yang baik dalamku. Engkau menjadikanku serupa gambaranMu Dan berharga di mataMu

Yesus, Kau telah memulai karya yang mulia dalamku. Kau berikan hidupMu sebagai ganti dosaku kerana kasihMu padaku sekarang aku hendak memuji Mu yang setia yang tak pernah meninggalkan perbuatan tangan Mu. Yesus aku ingin menyembahMu sekarang. Sempurnakan segenap hidupku agar indah bagiMu sekalipun kuberjalan lewat lembah kelam kerana aku tahu Kau sentiasa menopang hidupku saat ku dalam ketakutan Kau hadir di sisiku Kau berkata jangan takut Kau beriku kemenangan Kau lah Tuhan yang berjanji tak sekalipun Kau ingkari kesetiaanMu sungguh terbukti di sepanjang hidupku untuk selamanya ku akan setia melayani mengasihiMu tiada Tuhan sepertiMu Yesus Kau Allah aku yang setia.

Terima kasih Yesus, kerana Engkau sentiasa ada bila aku memerlukan Engkau, tidak pernah sekali pun Kau tinggalkan diri ini seorangan dalam kekelaman. Terima Kasih Tuhan, sungguh Kau Allah ku yang ku rindui dan sering memberiku kekuatan tika aku hampir jatuh dalam gelombang dosa duniawi. Sungguh besar kasihMu yang selalu mengasihi dan menyayangiku. Terima Kasih Tuhan.


Terima kasih Yesus, Terima kasih buat hari yang kulalui, terima kasih buat hari yang indah padaku, terima kasih Allah ku, kau masih berikan nafasMu, Kau masih berikan aku kehidupan, Engkaulah yang selalu ku puja dan banggakan. Kaulah yang tak pernah berdusta dan tak pernah tinggalkanku walau aku sentiasa melupai diriMu. Terima kasih Tuhanku kerana mengampuni setiap dosa-dosa yang telah kulakukan selama ini.

Friday, January 18, 2008

Two Box



God's Boxes

I have in my hands two boxes,
Which God gave me to hold.
He said, 'Put all your sorrows in the black box,
And all your joys in the gold.'
[] []
I heeded His words, and in the two boxes,
Both my joys and sorrows I stored,
But though the gold became heavier each day,
The black was as light as before.

With curiosity, I opened the black,
I wanted to find out why,
And I saw, in the base of the box, a hole,
Which my sorrows had fallen out by.

I showed the hole to God, and mused,
'I wonder where my sorrows could be!'
He smiled a gentle smile and said,
'My child, they're all here with me..'

I asked God, why He gave me the boxes,
Why the gold and the black with the hole?
'My child, the gold is for you to count your blessings,
The black is for you to let go.'

We should consider all of our friends a blessing.
Send this to a friend today just to let them know you
are thinking of them and that they are a joy in your life.

A ball is a circle, no beginning, no end.
It keeps us together like our Circle of Friends.
But the treasure inside for you to see,
Is the treasure of friendship you've granted to me.

Sunday, December 9, 2007

Mariah Carey

Love Takes Time lyrics
I had it all
But I let it slip away
Couldn't see I treated you wrong
Now I wander around
Feeling down and cold
Trying to believe that you're gone

[Chorus:]
Love takes time
To heal when you're hurting so much
Couldn't see that I was blind
To let you go
I can't escape the pain
Inside
'Cause love takes time
I don't wanna be here
I don't wanna be here alone

Losing my mind
From this hollow in my heart
Suddenly I'm so incomplete
Lord I'm needing you now
Tell me how to stop the rain
Tears are falling down endlessly

[Chorus]

You might say that it's over
You might say that you don't care
You might say you don't miss me
You don't need me
But I know that you do
And I feel that you do
Inside

[Chorus]

Mostly people know him as Korean Mariah Carey....

Ony berkata:
sadap suara amoi ni, sikit lagi kalah sudah penyanyi ori

Friday, December 7, 2007

Picture 4 christmas



Ony kata:

Emmm penat mau edit, tapi puas hati juga akhirnya..... budak baru belajar katakan....

Tuesday, December 4, 2007

Tambalut, kawan, FriEnD

kata mak,
KAWAN tu ibarat lebah,
habis madu sepah dibuang.......

kata abah,
KAWAN tu umpama bunga ros,
dipandang cantik dipegang sakit.....

kata atuk,
KAWAN tu seperti air
terus mengalir.....

kata nenek,
KAWAN tu bak bulan
dipuja dan disanjung tp nun jauh di
sana....

kate sedare,
kawan tu mcm makanan,
kawan makan kawan!!

kata abang,
KAWAN tu sperti lembu
mengikut saje ape dikata........

kata kakak,
KAWAN tu tak ubah macam durian
bau je busuk tp sedap dimakan....


berkawanlah selagi ada heart. .

Tangga Langit

KAU CIPTAKAN INDAH DALAM RUANG YANG KOSONG.......
KAU BAK MALAIKAT YANG TURUN DARI LANGIT ....
MENJELMAKAN DIRI KEBUMI..

HANYA UNTUK MENGUSIK HATI KU...
SAAT
AKU BENAR-BENAR TERSUNGKUR DI DEPANMU...
KAU INGIN KEMBALI MENA
IKI TANGGA LANGITMU ..
INGIN KU GAPAI DIRIMU ..
INGIN KU
LANGKAHKAN KAKIKU KE TANGGA LANGITMU
TAPI AKU TAK MAMPU KAU TERLALU SEMPURNA BAGIKU ..
JAUH
TINGGI DI SANA.. DAN AKU HANYA MANUSIA
BUMI YANG HILANG DALAM KILAUMU...
MAMPUK AH AKU TERUS BERSAMAMU ...
ANDAI
TANGGA LANGITMU TERLALU TINGGI BAGIKU.


by: DOLIO BRAMA ERLANGGA


Thursday, November 29, 2007

a GUY story


When a GUY is quiet and is alone,
He's is thingking how good your're, Miss you!!!


When a GUY is lying on his bed,

He is thingking deeply why he loves you.


When a GUY looks at you in your eyes,

He wants to tell you how much he loves you and how important you're

When a GUY answers "I'm Fine" after awhile,

He is not feels hurts.


When a GUY keep asking you the same question,

He is wondering why you are lying.


When a GUY hugs you while sleeping,

He is wishing that you belongs to him forever


When a GUY calls you everyday

He Miss You and wants your attention.


When a GUY wants to see you everyday
He cares for you and want to know how are you today.


When a GUY sms's you everyday,
He wats you to know he is fine.

When a GUY says I Loves You,

He really means it.


When a GUY says that he can't live without you,

He has made up his mind that you are his future wife.


When a GUY saya"I Miss You"

He wants to see you immeditely.

Monday, November 26, 2007

RENUNGAN: BERHARGA DI MATA BAPA…

Sekali pun sesama kita menolak kita,
Sekali pun sesama kita tidak menghargai
kita,
Namun Bapa menerima dan menghargai kita
dengan apa adanya kita…

Sekali pun sesama kita membenci kita,
Sekali pun sesama kita tidak menyayangi
kita,
Namun Bapa sangat mencintai kita…

Sekali pun sesama kita merancangkan
rencana jahat terhadap kita,
Sekalipun sesama kita melakukan yang
tidak baik terhadap kita,
Namun Bapa merancangkan rencana yang
baik dan indah bagi masa depan kita….

Sekali pun sesama kita tidak mahu
mendengarkan keluh kesah kita,
Sekalipun sesama kita tidak mahu
menolong kita,
Namun Bapa dengan sabar sentiasa
mendengarkan keluh kesah dan menolong
kita…

Kita harus ingat…...
Kita sangatlah berharga di mata Bapa,
Bahkan sebelum dunia dijadikan, Bapa
telah memilih kita,
Bahkan sebelum dalam kandungan, Bapa
telah melukiskan kita di telapak tangan-
Nya…
Betapa berharganya kita di mata Bapa…
Sehingga Bapa rela memberikan Putera
Tunggal-Nya bagi kita…
Betapa Bapa menyayangi kita…
Bapa selalu ada untuk kita dan selalu
sayang serta menghargai apa adanya kita.

Friday, November 23, 2007

mengapa sulit mengucapkan syukur?

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke suatu tempat yang tidak pernah aku lihat dan sesuatu berupa malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan persekitaran. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang menhantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, "Ini adalah Bahagian Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima."


Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang menyusun seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.


Kemudian aku dan malaikat tadi berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat tadi berkata, "Ini adalah Bahagian Pembungkusan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja keras kerana terdapat banyak permohonan yang diminta dan sedang dibungkuskan untuk dikirim ke bumi.


Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada hujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apa-apa pun. "Ini adalah Bahagian Pernyataan Terima Kasih", kata malaikat tadi perlahan. Dia kelihatan malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada sebarang kerja di sini?" tanyaku. "Menyedihkan", malaikat tadi menghela nafas. "Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih", "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawap malaikat. "Cukup berkata, "terima kasih, Tuhan".


"Lalu, berkat apa saja yagn perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat menjawap, "Jika engkau mempunyai makanan di peti sejuk, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.


"Jika engkau memiliki wang di bank, di dompetmu, dan wang syiling, maka engkau berada di antara 8% kesejahteraan dunia".


"Dan jika engkau membaca pesan ini di komputermu, engkau adalah sebahagian 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."


Juga... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesihatan dari kesakitan, engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup sehingga hari ini."


"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yagn amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".


"Jika ibu bapa mu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan, maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."


"Jika engkau masih boleh mencintai... maka engkau termasuk orang yang besar, kerana cinta adalah berkat Tuhan yang tidak boleh diperoleh dari manapun."


"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."


"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat berganda, iaitu bahawa seseorang yang mengirimkan ini kepadamu berfikir bahawa engkau orang yang sangat intimewa baginya, dan bahawa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali."


Nikmatilah hari-harimu, hintunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan sampaikan kisah ini kepada teman-teman mu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua.


"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahawa, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu".


Ditujukan kepada: Department Pernyataan Terima Kasih.
"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahMu berupa kemampuan untuk menterjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi."

Tuesday, November 20, 2007